Dinding beton dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Jenis dan bentuk kerusakannya pun sangat bervariasi sehingga membutuhkan teknik perlakuan atau perbaikan yang berbeda.
Penyebab kerusakan pada dinding beton itu sendiri juga sangat bervariasi. Itulah sebabnya jenis kerusakan yang muncul bisa berbeda. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, jenis material yang maupun kerusakan pada tulangan beton.
Jenis-Jenis Kerusakan Dinding Beton
Sebenarnya kerusakan pada dinding beton adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Bisa jadi jenis material yang digunakan sudah cukup baik namun ternyata faktor lingkungan memicu kerusakan tersebut.
Bentuk kerusakan bisa berbeda-beda dan ini akan berpengaruh pada langkah perbaikan yang perlu diambil. Berikut adalah jenis-jenis kerusakan yang umum dijumpai pada dinding beton:
● Retak Rambut
Jenis kerusakan yang pertama adalah retak rambut. Ini sangat umum dijumpai pada permukaan dinding dan seringkali dianggap sepele.
Disebut retak rambut karena memang retakan yang muncul sangat tipis seperti rambut. Umumnya ini terjadi karena kualitas acian yang buruk dan material yang digunakan kurang baik.
Faktor lingkungan juga bisa mendorong munculnya retak rambut. Biasanya retak seperti ini akan muncul ketika cuaca dan suhu udara cukup ekstrem.
● Retak Struktural
Jika retak rambut merupakan kondisi retak di bagian permukaan, maka jenis retak yang satu ini lebih kompleks. Sesuai namanya, retak ini terjadi pada struktur dinding itu sendiri.
Retak struktural merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Retak jenis ini masuk sebagai kategori kerusakan serius yang menyerang bagian pondasi dinding.
Retak struktural biasanya lebar dan ukurannya juga panjang. Kemudian, retak jenis ini juga sering kali dijumpai dengan pola khusus, yaitu dimulai dari sudut atas dan mengarah diagonal.
● Spalling
Kerusakan lain yang biasa dijumpai pada dinding beton adalah spalling. Ini merupakan jenis kerusakan yang terjadi pada permukaan dinding, namun juga tidak bisa dianggap sepele.
Kerusakan jenis ini ditandai dengan adanya pengelupasan permukaan dinding. Umumnya akan muncul serpihan dan ada pengelupasan semen dari dinding beton.
Spalling biasanya terjadi karena ada faktor lingkungan. Kondisi kelembapan tinggi menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh cukup besar dalam hal ini.
● Peeling
Kemudian, ada juga kondisi kerusakan yang disebut sebagai peeling. Terdengar hampir sama dengan spalling karena kondisi ini juga ditandai dengan adanya pengelupasan.
Berbeda dengan spalling, peeling ini merupakan kondisi pengelupasan lapisan cat dari permukaan dinding. Jadi, permasalahan terletak pada permukaan catnya.
Perlu diketahui bahwa kerusakan dalam bentuk peeling ini bukan berarti selalu disebabkan oleh kualitas cat yang buruk. Namun, bisa juga karena pengaruh lingkungan seperti kelembaban tinggi.
Selain itu, kesalahan dalam persiapan permukaan saat finishing juga bisa menjadi pemicu peeling di kemudian hari.

Solusi untuk Mengatasi
Tentunya kerusakan pada dinding beton tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bahkan kerusakan sekecil apapun nanti bisa menjadi pemicu kerusakan lain yang lebih parah.
Berikut ini solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki berbagai kerusakan pada dinding beton:
● Identifikasi Kerusakan
Langkah pertama adalah identifikasi kerusakan. Ini menjadi sebuah tahap penting yang harus dilakukan sebelum mulai melakukan perbaikan pada dinding beton.
Penting sekali untuk melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi bagian mana yang rusak. Dari sini juga bisa diketahui jenis kerusakannya seperti apa dan berapa luas kerusakan terjadi.
● Persiapan Permukaan
Lanjut ke tahap berikutnya, yaitu persiapan permukaan. Setelah kerusakan berhasil teridentifikasi, maka berikutnya harus dipersiapkan bagian yang akan diperbaiki.
Persiapan permukaan ini dilakukan dengan proses pembersihan. Jadi, biasanya permukaan yang rusak akan dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada debris yang tertinggal.
Pembersihan permukaan ini sangat penting agar nantinya material perbaikan bisa menempel dengan baik.
● Pemilihan Material yang Tepat
Kemudian pastikan untuk memilih jenis material yang tepat dalam proses perbaikan. Ini juga tidak kalah penting karena tipe dan kualitas material akan berpengaruh pada hasilnya nanti.
Tentunya jenis dan kualitas material yang dipakai harus menyesuaikan kondisi kerusakan. Selain itu, pastikan juga material tersebut memiliki spesifikasi yang bagus agar daya tahannya baik.
● Perbaikan Permukaan
Jika permukaan sudah siap dan material yang akan dipakai sudah ditentukan, maka lanjut ke tahap perbaikan. Penting untuk memastikan teknik perbaikan sesuai dengan jenis kerusakan yang terjadi.
Misalnya saja untuk kerusakan dalam bentuk spalling. Biasanya teknik perbaikan yang dipakai dalam jenis kerusakan ini adalah patching beton atau penambalan.
Perbaikan Dinding Beton Lebih Efektif dengan Material yang Tepat
Tahap perbaikan dinding beton tentunya membutuhkan jenis material yang tepat. Kualitas material harus diperhatikan agar hasil perbaikan lebih optimal. Produk semen dari Sika bisa jadi pilihan tepat di sini.
Produk Sikagrout Series sangat tepat untuk diaplikasikan dalam proses perbaikan struktur dinding beton. Produk ini memiliki banyak keunggulan di antaranya adalah daya tahannya tinggi, tersedia dalam satu komponen, dan mempunyai kompensasi penyusutan yang bagus.
Produk ini juga tidak bleeding ketika diaplikasikan ke struktur beton. Kemudian, untuk daya alirnya sangat baik dan punya kemampuan rekat yang sangat bagus.
Sika diketahui punya memiliki pengalaman selama 114 tahun dan telah lama menjadi bagian dari berbagai jenis proyek. Salah satunya yaitu proyek Gardu Lepas Pantai di Jerman. Sika juga menjadi brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia.
Sikagrout Series adalah pilihan produk material grouting yang bisa membantu perbaikan struktur dinding beton lebih optimal. Segera cek produk ini dan aplikasikan ke dinding beton bangunan Anda.
